Halaman

Jumat, 16 Mei 2014

MANAJEMEN LABORATORIUM PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA URIN

MANAJEMEN LABORATORIUM PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA URIN



1.                 Pengertian
Manajemen Laboratorium adalah suatu usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Manajemen laboratorium merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari.Peralatan laboratorium yang canggih dengan staf profesional yang terampil, belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung adanya manajemen laboratorium yang baik.
2.              Ruang lingkup
a.    Pengelola laboratorium
b.    Manajemen fasilitas laboratorium
c.    Manajemen kegiatan laboratorium
d.   Keuangan laboratorium
e.    Data dan dokumen
f.     Keselamatan di Laboratorium
3.  Perangkat-perangkat manajemen laboratorium yang harus dikelola, antara lain:
a.    Tata ruang
b.    Alat yang baik dan terkalibrasi
c.    Infrastruktur
d.   Administrasi laboratorium
e.    Organisasi laboratorium
f.     Fasilitas pendanaan
g.    Inventarisasi dan keamanan
h.    Pengamanan laboratorium
i.      Disiplin yang tinggi
j.      Ketrampilan SDM
k.    Peraturan Dasar
l.      Penanganan masalah umum
m.  Jenis-jenis pekerjaan


                                              BAB II

1.                                           Tahap Preanalitik
a.    Formulir pemeriksaan laboratorium sebaiknya memuat secara lengkap:
1)      Tanggal permintaan
2)      Tanggal dan jam pengambilan sampel
3)      Identitas pasien (nama Lengkap, umur, jenis kelamin,alamat/ruang) termasuk rekam medik
4)      Identitas pengirim
5)      Nomor laboratorium
6)      Diagnosis/keterangan klinik
7)      Obat-obatan yang telah diberikan dan lam pemberian
8)      Pemeriksaan laboratorium yang diminta
9)      Jenis spesimen
10)  Lokasi pengambilan spesimen
11)  Nama pengambil spesimen
b.    Pengambilan sampel
Sampel yang digunakan:
1)    Urin Sewaktu
2)    Urin Pagi
3)    Urin pagi kedua (diambilsebelum siang)
4)    Urin 24 jam
5)    Urin midstream
6)    Urin post prandial
7)    Urin Pungsi kandung kemih
Urin pagi adalah urin yang paling banyak digunakan untuk pemeriksaan . komposisi urin pagi tergantung makan dan minuman yang masuk kedalam tubuh dan aktivitas fisik. Untuk tes glukosuria yang paling digunakan adalah urin yang diambil 2 jam setelah  makan
Syarat wadah urin yang akan digunakan:
1)      Bersih, kering , steril
2)      Tidak mengandung bahan kimia atau detergen
3)      Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat yang ada dalam spesimen
4)      Terbuat dari gelas atau plastik
5)      Tidak bocor atau tidak merembes
6)      Harus dapat ditutup rapat dengan tutup berulir
7)      Besar wadah sesuai dengan volume spesimen urin
8)      Wadah bermulut lebar
Label wadah spesimen yang akan dikirim atau diambil ke laboratorium harus memuat:
1)    Tanggal pengambilan spesimen
2)    Nama dan nomor pasien
Ditulis dengan pensil tahan air sebelum sampel diambil.

c.    Penanganan sampel urin untuk analisa glukosa
Sampel ditampung dalam tabung urin
Urin yang digunakan adalah urin segar Stabilitas pemeriksaan glukosa urin suhu kamar selama 1 jam dan 4-8oC selama 24 jam

d.   Penerimaan sampel sampel di Laboratorium
Beberapa contoh masalah yang sering dihadapi sewaktu menerima sampel urin di laboratorium antara lain:
1)    Sampel diterima tanpa dokumentasi
2)    Dokumentasi yang diterima tanpa disertai sampel atau tidak lengkap sebagaiman diperlukan
3)    Sampel tidak cukup untuk pengujian yang diminta
4)    Metode pengujiam dan sifat parameter yang akan diuji tidak ada tau belum jelas
5)    Wadah sampel yang tidak sesuai
6)    Penyimpangan dari kondisi yang normal
e.    Penyimpanan urin:
Sampel hendaknya disimpan sedemikan agar tidak membahayakan petugas laboratorium. Keutuhan sampel harus juga dijaga, yaitu sampel hendaknya sama ketika dianalisis dan disampling. Resiko kontaminasi atau kontaminasi silang harus ditiadakan, yaitu tidak ada bahan memasuki atau meninggalkan wadah. Laboratorium hendaknya mempunyai ruangan penyimpanan untuk sampelnya. Sampel harus dilindungi terhadap setiap pengaruh kimia, fisika dan mekanika yang dapat menyebabkan perubahan dalam sampel. Lemari pendingin hendaknya mempunyai suhu antara 0o C dan +4oC.
Urin harus diperiksa dengan strip dalam waktu 2 jam, jika lebih akan menghasilkan hasil pemeriksaan yang kurang valid, hal yang dapat mempengaruhi antara lain:
1)    Disintegrasi  (lisis) dari lekosit dan eritrosit
2)    Perkembangbiakan bakteri
3)    Bakteri akan mendegradasi glukosa
4)   Peningkatan pH karena amonia yang terbentuk dari hasil degradasi urea oleh bakteri
5)   Oksidasi bilirubin dan urobilinogen, terutama sinar matahari. Perubahan yang terjadi dapat dihambat dengan cara memasukkan urin kedalam botol tertutup pada refrigator.
2.   Tahap Analitik
Analisis sampel, tanggung jawab utama untuk akurasi dan dan kecukupan pemeliharaan rekaman analisis terletak pada petugas penguji dan penyelia, yang menguji sampel, mengikuti sistem perekaman sebagaimana tercantum dalam prosedur operasional baku laboratorium dan dipantau dibawah program jaminan mutu. Jika sampel akan diuji, manajer teknis atau penyelia hendaknya memiliki salian rekaman pengambilan sampel. Pada titik ini penyelia tau personel penguji harus menetapkan apakah sampel itu sesuai dengan pemerian dalam rekaman pelaopran pengambilan sampel.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap analitik:
a.    Persiapan reagen
Reagen uji carik celup memenuhi syarat (batas uji kadaluarsa dan keadaan fisik)
b.    Pemeriksaan
1)    Untuk uji carik celup, urin tidak perlu ada perlakuan khusus
2)                                                          Urutan prosedur harus benar
c.    Pembacaan hasil
Percocokan dengan standar harus benar.
3.   Tahap Pascaanalitik
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaporan hasil
1)   Form hasil bersih
2)   Tidak salah transkrip
3)   Tulisan sudah jelas




Rekaman Analisis (Catatan Pengujian)
Rekaman analisis atau yang lazim disebut catatan pengujian ,dapat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebijakan laboratorium. Rekaman analisi adalah rekana orisinil pengujian yang direkam oleh personel penguji.
Format rekaman analisi dapat berupa buku catatan atau lembaran analisis. Buku catan pengujian disimpan oleh personel penguji sebagai arsipnya. Catatan pengujian setelah diperiksa oleh penyelia atau manajer teknis, menjadi sumber data untuk laporan hasil dan catatan pengujian menjadi arsip laboratorium yang dijadikan satu berkas dengan salinan laporan hasil uji bersama-sama dengan dokumen lainnya yang berkaitan dengan pengujian sampel tersebut.
Catatan pengujian hendaknya ditulis denga tinta, diberi tanggal dan tiap  halaman ditanda tangani pleh personel penguji dan penyelia secara berkala. Penyelia mengkaji buku catatan personel penguji yang menandatangani dan memberi tanggal pada bahan yang dikaji untuk mrnunjukkan bahwa pengendalian penyelia ditegakkan.
Hal-hal yang harus dilaporkan dalam catatan pengujian antara lain:
1)        Nama pemeriksaan
2)        Nomor sampel
3)        Bentuk sampel ketika diterima
4)        Tanggal diterima untuk pengujian
5)        Tanggal mulai diuji
6)        Tanggal selesai diuji
7)        Uraian dari sampel
8)        Hasil analisis
9)        Tanda tangan penguji
10)    Pengecekan lembar kerja (nama penyelia serta tanggal pengecekan)
11)    Tanggal melapor pada penyelia
12)    Tanda Tangan penyelia

Pelaporan hasil Pengujian
Jika laboratorim melayani pelanggan, adalah penting bahwa cara pelaporan hasil uji perlu disetujui lebih dahulu. Tidak saja format dari laporan, tetapi unit dari pengukuarn dan dasr perhitungan yang dibuat harus dimengerti. Hal ini memudahkan bagi pelanggan menginterpretasi hasil dan mengerti.

BAB III


Mutu laboratorium
Jaminan mutu
Untuk menjamin mutu hasil pengujian dapat dilkukan berbagai jenis tindakan dan kegiatan yang dapat dilakuakan laboratorium, antara lain:
a.    Menerapkan sistem manajemen mutu
Penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan suatu metode nasional atau stndar internasiona, misalnya standar internasional ISo/IEC 17025: 2005. Standar ini terbagi atas dua golongan persyaratan, yaitu persyaratan manajemen dan persyaratan teknis
b.    Mengadakan pengendalian mutu internal
1)                                        Menganalis akurasi metode
Analisis perolehan kembali analit dan bahan acuan.
2)                                        Menganalisis kebenaran metode
a)    Menganalisis bahan acuan bersertifikat
b)   Mengunakan metode alternatif
3)    Penetapan presisi metode
a)    Penetapan repitabilitas
b)   Penetapan reprodusiblitas
c)    Penetapan reprodusiblitas untermediat
c.    Menerima dan berpartisipasi dalam pengenalian mutu eksternal hasil pengujian
1)                                                    Audit eksternal oleh auditor eksternal dan badan akreditasi
2)                                                    Peserta aktif dalam uji profisiensi.
d.   Pembentukan unit jaminan mutu
Unit jaminan mutu membantu manjemen puncak laboratorium, memantau, mengaudit, mengakses  seluruh kegiatan jaminan mutu yang telah ditetapkan.
Dokumen dan prosedur yang perlu disediakan laboratorium
a.    Daftar berbagai kegiatan yang perlu menuju jamanina mutu beserta prosedurnya
b.    Materi pelatihan internal bagi personel untuk mengenal dan memahami sistem manajemen mutu serta pelaksanaannya.
c.    Prosedur pengendalian mutu internal hasil pengujian, antara lain:
1)   Metode penetapan akurasi.
2)   Metode analisis kebenaran metode.
3)   Metode penetapan presisi metode.
d.   Prosedur pelaksanaan partisipasi dalam uji banding antar laboratorium.
e.    Uraian tugas uit jaminan mutu laboratorium.


     PENUTUP

     Kesimpulan
       Manajemen Laboratorium adalah suatu usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Yang termasuk ruang lingkup manajemen Laboratorium adalah Pengelola laboratorium, manajemen fasilitas laboratorium, manajemen kegiatan laboratorium, keuangan laboratorium, data dan dokumen keselamatan di Laboratorium.
Tahapan pemeriksaan laboratorium meliputi: tahapan preanalitik, analitik, serta pasca analitik. Dalam menjamin mutu hasil pengujian dapat dilakukan berbagai jenis tindakan dan kegiatan yang dapat dilakukan laboratorium, antara lain: menerapkan sistem manajemen mutu, mengadakan pengendalian mutu internal, menerima dan berpartisipasi dalam pengenalian mutu eksternal hasil pengujian pembentukan unit jaminan mutu.



DAFTAR PUSTAKA
           
Depkes RI. 2008. Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar. Jakarta: Depkes
Siregar, C; Hendaryana, T. 2007. Praktik Sistem Manajemen Laboratorium-Pengujian yang Baik. Jakarta: EGC
Compendium of Urinalysis. Roche


Senin, 28 Oktober 2013

Respon Imun Terhadap Jamur



PENDAHULUAN

Jamur (fungi) adalah organisme eukariot yang memiliki satu inti dan membran inti, retikulum endoplasma, mitokondria, dan aparatus sekresi. Jamur memiliki dinding sel kaku penting yang menentukan bentuknya. Dinding sel sebagian besar terdiri dari lapisan karbohidrat (rantai panjang polisakarida) serta glikoprotein dan lipid. Dinding sel melepaskan antigen imunodominan yang dapat menimbulkan respon imun selular dan antibodi diagnostic .
   Pada umumnya infeksi terhadap jamur (fungi) hanya terbatas diluar tubuh, tetapi beberapa jamur dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya. Misalnya, spora jamur yang masuk ke dalam paru, akibatnya dapat mengaktifkan respon imun yang berupa manifestasi saluran nafas ringan, reaksi hipersensitivitas berat sampai berujung pada kematian.
Kebanyakan jamur tidak berbahaya , namun sebagian kecil spesies jamur dapat menimbulkan penyakit pada manusia disebut mikosis . Penyakit jamur bervariatif   antara infeksi superfisial biasa sampai penyakit sistemik yang membahayakan terutama pada pejamu imunodefisien . Hal tersebut tergantung dari berbagai hal seperti kapsul yang sulit dicerna (kriptokok) ,, resistensi terhadap fagositosis (histoplasma) dan destruksi sel polimorfnuklear (koksidosis) . Beberapa jamur mengaktifkan komplemen melalui jalur alternatif , tetapi efekny terhadap kelangsungan hidupnya belum diketahui .
            Antibodi juga dapat ditemukan dan diduga mempunyai peran dalam respons imun terhadap jamur , Spesies jamur terdiri atas molds , yeast dan fungi yang lebih tinggi . Fungi memiliki struktur dinding yang kompleks yang terutama terdiri atas kitin polisakarida , glukan dan manan .


Jamur tumbuh dalam dua bentuk dasar, yaitu:
  1.  Ragi
Merupakan sel tunggal berbentuk sferis sampai elips dengan diameter 3-5 µm. Ragi bereproduksi dengan membentuk tunas. Setelah proses pembentukan tunas dihasilkan rantai sel ragi yang memanjang, disebut pseudohifa.
  1. Kapang
Terdiri dari tubulus silindris bercabang (hifa). Hifa dibagi mnejadi sel-sel oleh dinding pembatas atau septum yang khas terbentuk pada interval regular selama pertumbuhan hifa.

              BAB II

 Menurut lokasi infeksi, jamur pada manusia dapat berupa:
1.      Jamur permukaan
Hidup dalam komponen kulit yang mati, rambut, dan kuku yang mengandung keratin.Jamur subkutan . Hidup sebagai saprofit dan menimbulkan nodul kronik atau tukak.Infeksi ini disebut dengan dermatofitosis , termasuk dalam kelompok ini adalah Microsporum sp , Trichophyton sp dan Epidermoophyton sp.Mereka mempunyai kemampuan untuk menghancurkan keratin dan menggunakan puing-puingnya sebagai sumber nutrisi . Jamur ini dapat menimbulksn infeksi di kulit kepala (tinea kapitis) , di kulit (tinea korporis) atau di kuku (tinea unguinum).Mekanisme  imun yang mengendalikan jenis infeksi ini belum banyak diketahui namun melibatkan sistem imun spesifik dan non spesifik
2.      Jamur saluran napas
Berasal dari saprofit tanah dan menimbulkan infeksi paru subklinis atau akut.Jamur ini masuk kedalam tubuh melalui inhalasi kedalam saluran pernfasan atau masuk melaui luka pada kulit. Setelah terjadi suatau replikasi terbatas pada tempat masukya, organisme dapat dibersihkan oleh system imun non spesifik (makrofag) .  Jamur yang menyebakan adalah Histoplasma capsulatum
3.      Candida albicans
Menimbulkan infeksi superfisial pada kulit dan membran mukosa.Jamur ini biasanya tidak pathogen pada manusia sehat tetapi dapat bersifat sebagai organisme virulen pada individu dengan fungsi imun yang tertekan . Selain Candida albicans , ada juga  Aspergillus sp , Phycomycetes (Mucor , Rhizophus). Jamur ini dapat menyebabkan sariawan, vulvovaginitis , pneumonitis .Infeksi ini  dapat akut dan sembuh sendiria atau kronik dan kadang-kadang menyebar , terutama pada bayi imatur atau pada individu dengan funsi imun yang sangat tertekan .  Jamur ini dapat menjadi invasif dan benar-benar melibatkan setiap jaringan tubuh .
4.      Pengobatan dengan antibiotika
            Jamur biasanya akan cepat berkembang selama pengobatan dengan antibiotika karena terganggunya keseimbangan pertumbuhan mikroba. Jamur oportunistik biasanya terjadi pada kasus ini.

Keadaan Klinis pada sistem Imun yang Menimbulkan Kecenderungan Predisposisi Infeksi Jamur :
1.      Trauma
Merupakan keadan yang memberikan predisposisi terhadap infeksi jamur berhasil menetap , terutama infeksi-infeksi granulotoma kronik . tempat masuk jamur adalh membrane mukosa kulit .
2.      Umur
Infeksi jamur sering kali terjadi pada anak usia dini dan juga lansia  , biasanya terserang jamur oportunistik yang disebabkan oleh sistem imun.
3.      Keadaan Metabolik
                        Diabetes Melitus dan kehamilan merupakan hal yang berpengaruh pada sistem metabolik . Pertambahan glukosa dalam cairan ekstraseluler dapat menyebabkan meningkatkan factor predisposisi.

4.      AIDS
Pada penderita AIDS biasanya terserang jamur  karena berkurangnya sistem imun. Jamur yang sering ditemui adalah Candida Albicans ,  Aspergillus sp ,dan Cryptococcus neoformans

BAB III

Komponen sistem imun pada kulit
Kulit berperan sebagai sawar fisik terhadap lingkungan dan inflamasi. Banyak antigen asing masuk tubuh melalui kulit dan respon imun diawali di kulit. Kulit terdiri atas lapisan epidermis dan dermis, antara lain:
1.    Epidermis
Merupakan epitel yang tersusun berlapis yang terdiri atas beberapa lapis. Sel keratinosit dari epidermis diikat satu sama lain karena mempunyai sitoskeleton yang terdiri atas filamen keratin. Di bawah epidermis ada membran basal. Di daerah ini ditemukan struktur khusus yang merupakan tempat epidermis diikat oleh dermis yang disebut dengan matriks. Matriks terdiri atas polisakarida dan protein yang membentuk makromolekul.
Membran basal sangat mudah rusak atau terganggu fungsinya dan merupakan tempat umum terjadinya lepuh. Komponen utama sistem imun kulit terdiri atas keratinosit, sel langerhans, dan limfosit intraepidermal. Sel langerhans berperan dalam induksi aktivasi sel T pada dermatitis alergi, dan lain-lain. Sel epitel skuamosa yang merupakan sel utama epidermis berfungsi memproduksi berbagai sitokin yang berperan dalam reaksi imun nonspesifik, inflamasi, dan regulasi respons imun di kulit. Komponen imun lainnya berupa melanosit yang memproduksi pigmen.
2.      Dermis
Komponen utama sistem imun di bagian dermis adalah sel T dan makrofag. Dermis mengandung kolagen yang memproduksi fibroblas dalam jumlah banyak. Dermis juga mengandung pembuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaseus. Sel CD 4 dan CD 8 banyak ditemukan di dermis, terutama perivaskular dengan sedikit makrofag. Sel T dermal mengekspresikan epitop hidrat arang yang disebut antigen 1, bereaksi dengan molekul adhesi pada endotel yang berperan dalam homing spesifik sel T memori ke kulit. Dermis juga mengandung sel mast yang berperan pada reaksi hipersensitivitas cepat.

Imunitas Spesifik dan non Spesifik

                        Resisten alamiah terhadap banyak jamur pathogen tegantung fagosit . Meskipun dapat terjadi  pembunuhan interseluler , jamur terbanyak diserang ekstraseluler oleh karena ukurannya yang besar  . Jamur juga merangsang produksi sitokin seperti IL-1 dan TNF-alfa yang meningkatkan depresi molekul adhesi di endotel setempat yang meningkatkan infiltrasi neutrophil ke tempat infeksi .
Neutrofil membunuh jamur yang oksigen dependen dan oksigen independen yang toksik Makrofrag alveolar berperan sebagai sel dalam pertahanan pertama terhadap spora jamur yang terhirup . Aspergilus sp biasanya mudah dihancurkan oleh makrofag alveolar . tetapi koksidiosis imunitis dan Histoplasma capsulatum dapat ditemukan pada orang normal dan resisten terhaadap makrofag .Dalam hal ini masih dapat menunjukkan perannya melalui aktivasi sel Th1 untuk membentuk granuloma . Sel NK juga dapat melawan jamur melalui pelepasan granul yang mengandung sitolisin . Sel NK juga dapat membunuh secara langsung bila dirangsang oleh bahan asal jamur  yang memacu makrofag memproduksi sitokin seperti TNF dan INF-gamma yang mengaktifkan sel NK . Dalam system pertahanan tubuh , ada dua sistem yang bekerja dalam imunitas terhadap jamur yang terdiri dari system imun spesifik dan system imun non spesifik .



Imunitas spesifik
            Infeksi jamur disebut mikosis. Jamur yang masuk ke dalam tubuh akan mendapat tanggapan melalui respon imun. IgM dan IgG di dalam sirkulasi diproduksi sebagai respon terhadap infeksi jamur. Respon cell-mediated immune (CMI) adalah protektif karena dapat menekan reaktivasi infeksi jamur oportunistik. Respon imun yang terjadi terhadap infeksi jamur merupakan kombinasi pola respon imun terhadap mikroorganisme ekstraseluler dan respon imun intraseluler. Respon imun seluler dilakukan sel T CD 4 dan CD 8 yang bekerja sama untuk mengeliminasi jamur. Dari subset sel T CD 4, respon Th 1 merupakan respon protektif, sedangkan respon Th 2 merugikan tubuh.
                 Infeksi Candida sp sering berwal pada permukaan mukosa dan CMI diduga dapat mencegah penyebarannya ke jaringan . Pada semua kejadian tersebut, respon Th1 adalah protektif sedangkan reaksi Th2 dapat merusak pejamu . Inflamsi granuloma dapat menimbulakn kerusakan pejamu seperti pada infeksi Histoplasma sp.Kadang terjadi respon humoral yang dapat digunakn dalan daignostik serologi.
           Kulit yang terinfeksi akan berusaha menghambat penyebaran infeksi dan sembuh, menimbulkan resistensi terhadap infeksi berikutnya. Resistensi ini berdasarkan reaksi imunitas seluler, karena penderita umumnya menunjukkan reaksi hipersensitivitas IV terhadap jamur bersangkutan.

Imunitas nonspesifik
                 Sawar fisik kulit dan membran mukosa, faktor kimiawi dalam serum dan sekresi kulit berperan dalam imunitas nonspesifik. Efektor utamanya terhadap jamur adalah neutrofil dan makrofag. Netrofil dapat melepas bahan fungisidal seperti ROI dan enzim lisosom serta memakan jamur untuk dibunuh intraselular. Galur virulen (kriptokok neofarmans) menghambat produksi sitokin TNF dan IL-12 oleh makrofag dan merangsang produksi IL-10 yang menghambat aktivasi makrofag.
DAFTAR PUSTAKA

1.      Imunologi III. 1993.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
2.  http://www.scribd.com/doc/101536460/makalah-mycotic diunduh pada 20 Oktober 2012 pukul 17.21 WIB
3.      http://dny-nomiya17.blogspot.com/2011/05/imunitas-terhadap-jamur.html diunduh pada 20 Oktober 2012 pukul 17.41 WIB
4.      http://adirasoziety.blogspot.com/jamur .html diunduh pada 20 Oktober 2012 pukul 18.43 WIB

Minggu, 27 Oktober 2013

La zona del Amigo (Friendzone)


Ngomongin friendzone yuk :)))
Friendzone adalah suatu zona dimana kamu menyukai sahabatmu dan tidak menjalin bisa hubungan lebih dari teman padahal kamu ingin. *halah
Kadang friendzone terjadi bukan hanya karena cinta yang bertepuk sebelah tangan *halah* tapi mungkin juga karena salah satu tidak ingin menjalin hubungan (padahal juga suka tapi pura-pura ngga tau dan cuek).

                                                         Kanojo to no tadashii asobikata
Friendzone bisa dikatakan juga zona serba sala..Mau lanjut ragu, mau diem ya gimana, mau mundur ya udah nyaman.
Beberapa penyebab friendzone:
  1. Nembak kalo iya jadian kalo  malah menjauh *hayo loh.
    Udah nyaman sama persahabatan <-- ya inilah yang paling susah, udah enak di ajak ngobrol nyambung, ngobrol ngga jelas.. Sayang sama persahabatan yang udah ada bertahun-tahun takut hancur gegara pacaran.
  2. Udah tau baik buruknya. Serba salah emang udah nyaman sama orang tapi tau luar dalemnya.haha
  3. Salah satu udah punya pacar, ini juga repot.. eh masa iya mau ngrusak hubungan orang.



Davichi-missing you today

It’s because I miss you more today
Are you doing well, are you still the same?
Don’t worry too much, I’m just a little bit not over you
It’s because of the rain and I feel moody
So I thought of you

Will you come back? Will you come back?
One heart fluttering night
I waited all night in a dark room

I waited and waited for you and I cried a lot
Because I know it won’t work even if we meet again
I waited and waited for youI really hate you so much
But I hate myself for still crying and laughing because of you alone

It’s because I miss you more today
More because the wind feels cool and the weather is nice
If time passes a little, will I be able to see you once more?
If you meet someone good and become happyWill you forget me?

The more I think that it’s over
I miss you so much that

I waited and waited for you and I cried a lot
Because I know it won’t work even if we meet again
I waited and waited for youI really hate you so much
But I hate myself for still crying and laughing because of you alone

I miss you, I miss you I cried a lot
Because no matter how much I try, you won’t come
But still, if I wait for you, if I keep longing for you
Maybe you’ll look at me once more
So I wait for you

It’s because I miss you more today

Minggu, 06 Oktober 2013

Lirik Paramore Hate To See Your Heart Break

                              Hate To See Your Heart Break


There is not a single word in the whole world
That could describe the hurt
The dullest knife just sawing back and forth
And ripping through the softest skin there ever was

How were you to know?
Oh, how were you to know?

And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before
And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before

Love happens all the time
To people who aren't kind
And heroes who are blind
Expecting perfect scripted movie scenes
Who wants an awkward silent mystery?

How were you to know?
Well, how were you to know-oh-oh?

And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before
And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before

For all the air that's in your lungs
For all the joy that is to come
For all the things that you're alive to feel
Just let the pain remind you hearts can heal

Oh, how were you to know? (How were you to know?)
Oh, how were you to know?

And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before
And I, I hate to see your heart break
I hate to see your eyes get darker as they close
But I've been there before

Minggu, 02 Desember 2012

Quotes


“Bepergianlah, kamu pasti akan mendapatkan pengganti apa yang kamu tinggalkan. Berusaha keraslah, karena kenikmatan hidup ada pada kelelahan usaha keras. Aku melihat, air yang berhenti itu merusak dirinya, kalau ia mengalir pasti akan baik, kalau ia berhenti akan buruk. Dan, kalaulah singa tidak meninggalkan tempatnya ia tidak akan mendapat buruan. Demikian juga panah, kalau tidak bergerak meninggalkan busur, dia tidak akan mengenai sasaran.”
                                                                                                                                  Imam Syafi’i